Saturday, June 30, 2018

Biodiverskripsi: Satu Langkah untuk Harapan Konservasi Biodiversitas di Masa Depan


PedroTeixeira/Pinterest.com

Kita semua tahu bahwa sebuah data itu penting, apalagi sebuah data penelitian. Dalam data tersebut memuat banyak analisa substansi penting serta bukti dari fakta-fakta yang ada di lapangan. Apa jadinya bila data itu hanya sebuah kumpulan lembaran kertas berisi rangkaian kata dan angka yang tersimpan rapih dalam lemari? Apakah akan sama bergunanya seperti sebuah bukti dalam persidangan kasus kejahatan di pengadilan? Tentu tidak. Sebuah data penelitian akan sangat berguna jika khalayak umum tahu, atau dengan kata lain terpublikasi, sehingga data tersebut dapat berguna sebagai acuan penentu kebijakan atau mereferensinya untuk penelitian serupa.

Itulah yang terjadi pada data-data penelitian skripsi keanekaragaman hayati di Indonesia. Banyak dari skripsi-skripsi itu tidak terpublikasi dan hanya tertumpuk dalam lemari-lemari perpustakaan atau tersimpan aman dalam repositori universitas yang minim akses. Berdasarkan penelitian singkat Tambora terhadap repositori tugas akhir dari 36 universitas di Indonesia, sebagian besar skripsi ini sulit diakses umum. Setidaknya 18 repositori hanya dapat diakses dari bagian dalam perpustakaan atau bahkan hanya dapat diakses oleh civitas akademika universitas tersebut

Kategori akses 36 repositori universitas di Indonesia 
(dikumpulkan selama Januari 2018 oleh Tambora Muda Indonesia)

Minimnya publikasi dan terbatasnya akses repositori menyulitkan beberapa pihak. Katakanlah, seorang mahasiswi hendak melakukan penelitian keanekaragaman hayati, ia kebingungan mencari tahu metode yang sesuai untuk penelitiannya. Kemudian, ia pergi untuk sebuah penelusuran dalam internet dan menemukan publikasi serupa. Sayangnya, ia tidak dapat mengunduh benda itu dan harus mendatangi perpustakaan tersebut yang letaknya jauh berada di pulau seberang dari tempat tinggalnya.

Ketakutan akan plagiasi membuat sebagian besar universitas tak berani memberikan akses penuh terhadap karya-karya skripsi, tesis, atau disertasi mahasiswa. Padahal, masyarakat umum berhak mengetahui hasil-hasil penelitian putra-putri Indonesia dengan cara yang mudah dan sistematis. Karena itu, Tambora berupaya “mengiklankan” data-data hasil penelitian biodiversitas ini dalam sebuah portal web yang mudah diakses dan terintegrasi bernama “Biodiverskripsi”.

Dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas penelitian keanekaragaman hayati lokal di Indonesia, Biodiverskripsi mengumpulkan data pemantauan ekologis dari skripsi mahasiswa dalam platform berkelanjutan untuk membantu penelitan dan kebijakan nasional mengenai konservasi. Platform tersebut akan memuat data kemunculan spesies dari berbagai lokasi di Indonesia dari skripsi mahasiswa, tesis master, dan disertasi doktoral yang dipublikasikan dari tahun 2000-2017 oleh setidaknya lima universitas di Indonesia. Dengan begitu mahasiswi dari pulau seberang tersebut tidak perlu repot-repot mengunjungi perpustakaan universitas untuk mendapatkan data referensi skripsinya.

Data ini akan dipublikasikan dalam Bahasa Inggris dan disambungkan dengan repositori universitas yang bersangkutan agar mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut konteks data dapat menghubungi universitas terkait. Harapan kami, data yang terkumpul nantinya akan menunjukkan lokasi mana saja di Indonesia yang sudah banyak diteliti untuk taksa tertentu secara integratif beserta instansi peneliti yang melakukan sehingga memudahkan kolaborasi lebih lanjut dan penelitian yang lebih besar.

Nantinya, data ini akan kami bagi dengan pangkalan data keanekaragaman hayati nasional Indonesia, InaBIF, yang berpusat di Pusat Penelitian Biologi LIPI, agar dapat dikelola secara nasional. InaBIF merupakan salah satu nodus dari GBIF (GlobalBiodiversity Information and Facility), Lembaga yang mengelola seluruh data saintifik biodiversitas spesies di seluruh dunia untuk memungkinkan data tersebut dapat diakses secara mudah melalui internet, agar semakin bernilai bagi khasanah keilmuan dan keberlangsungan pelestarian hidup biodiversitas di dunia.

Untuk mewujudkan misi melengkapi data biodiversitas dunia, khususnya di Asia, GBIF mengadakan BIFA(Biodiversity Fund for Asia), yaitu dana hibah untuk beberapa lembaga yang berupaya melakukan publikasi data biodiversitas melalui portal GBIF. Proyek-proyek yang berhasil didanai umumnya bertujuan meningkatkan ketersediaan data terkait keberadaan spesies hewan dan tumbuhan lokal. Delapan proyek dari tujuh negara di Asia telah mendapatkan dana hibah tersebut, termasuk proyek Biodiverskripsi Tambora. Baca selengkapnya di The Biodiversity Theses Database.

Tambora mengajak konservasionis muda Indonesia sekalian untuk bergabung dalam proyek ini sebagai enumerator data, klik disini Lowongan Relawan. Ingin berkontribusi kepada konservasi Indonesia? Kami menyediakan inisiatif pertama 😉 Bersama dengan GBIF Indonesia, InaBIF, inisiatif ini diharapkan akan dapat meningkatkan popularitas keanekaragaman hayati untuk digunakan dalam penelitian dan kebutuhan kebijakan konservasi di masa depan.

UPDATE: Jawaban pertanyaan seputar relawan Biodiverskripsi ada di sini.

You Might Also Like

0 comments:

Post a Comment