Saturday, April 1, 2017

Satu buku keren tentang capung dan kupu-kupu di kawasan pertambangan yang kamu harus punya!



Halo teman-teman!

Tambora ingin berbagi ulasan seputar buku keren ini bersama dengan Ahmad Baihaqi, sang penulis buku dan juga anggota Tambora. Yuk disimak!

Peluncuran Buku Serangga Terbang (Capung Dan Kupu-Kupu) Di Kawasan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat di Universitas Al-Azhar Indonesia
(Sumber: Website Universitas Al-Azhar Indonesia)


Ahmad Baihaqi, seorang mahasiswa Sekolah Pascasarjana Program Studi Magister Biologi Universitas Nasional, Jakarta, memiliki inisiatif untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas seputar keanekaragaman serangga, terutama capung dan kupu-kupu di daerah kawasan pertambangan milik PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. Inisiasi ini dibentuk karena informasi tersebut penting dan diperlukan untuk masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Kontribusi masyarakat untuk turut melestarikan keanekaragaman hayati perlu ditingkatkan. 

Menurut Abay, keanekaragaman hayati merupakan harta kekayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan. Peran dari keanekaragaman hayati semakin diakui urgensinya untuk kehidupan manusia. Keanekaragaman hayati memberikan banyak kontribusi untuk keberlanjutan kehidupan manusia, salah satunya adalah keanekaragaman serangga. Serangga memiliki posisi penting dengan berbagai perannya bagi lingkungan, terutama sebagai bioindikator lingkungan, seperti capung (Odonata) dan kupu-kupu (Lepidoptera). Di alam, keberadaan capung berperan sebagai indikasi kualitas air yang bersih, sedangkan kupu-kupu berperan sebagai indikasi kualitas udara yang baik dan salah satu agen penyerbuk alami untuk jenis-jenis tumbuhan.

Selain sebagai kawasan industri, Kawasan Pertambangan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. juga dapat berperan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), khususnya bagi desa Palimanan. Mengingat tersimpannya keanekaragaman hayati yang cukup besar pada RTH di Palimanan dan terbatasnya informasi mengenai pentingnya keanekaragaman hayati bagi masyarakat, melahirkan sebuah ide untuk menyusun buku “Serangga Terbang (Capung dan Kupu-Kupu) di Kawasan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Palimanan, Cirebon, Jawa Barat”.

Hal ini bertujuan untuk mendokumentasikan hasil penelitian keanekaragaman serangga terbang, yaitu capung dan kupu-kupu. Selain itu, buku ini juga memberikan informasi mengenai keanekaragaman capung dan kupu-kupu kepada masyarakat yang berkunjung ke Kawasan Pertambangan milik PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Kami berharap, masyarakat dapat mengenal, menikmati kecantikan alam, serta keindahan capung dan kupu-kupu yang merupakan kekayaan sumber daya alam di lokasi tersebut. Selanjutnya, masyarakat juga dapat bergerak ikut melestarikan ciptaan-Nya, dengan menjaga habitat satwa liar khususnya capung dan kupu-kupu.

Penyusunan buku panduan capung dan kupu-kupu ini sebagai implementasi dari proyek sebelumnya dilakukan oleh Abay dan kawan-kawan dalam program Quarry Life Awards tahun 2014 dan sumber dana penelitian ini diberikan oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Buku panduan ini merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2014-2016, yakni inventarisasi keanekaragaman jenis capung dan kupu-kupu pada empat kawasan yang dimiliki oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, yaitu Kolam Pengendapan (Settling Pond), Sawah di Sebelah Timur Kolam Konservasi, P4M (Pusat Penelitian Pembibitan dan Pemberdayaan Masyarakat), dan Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati Gunung Blindis. Selain capung dan kupu-lupu, terdapat juga berbagai tanaman yang mampu menunjang kehidupan serangga di sana. 

Penelitian ini yang dilakukan oleh Abay dan kawan-kawan, juga didukung oleh Pusat Penelitian Biologi, Bidang Zoologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Fakultas Biologi Universitas Nasional. Berbagai pihak yang telah membantu penelitian dan pembuatan buku ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain Prof. Rosichon Ubaidillah, beserta para staff Puslit Biologi, Bidang Zoologi, Laboratorium Entomologi; Dr. Dewi Elfidasari, Pusat Kajian Lingkungan dan Konservasi Alam Universitas Nasional; serta seluruh karyawan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, khususnya Bapak Rufidi Chandra, Bapak Ari Martinus, Bapak Suswanto, dan Bapak Sukina. 

Berdasarkan hasil penelitian Abay dan kawan-kawan, yang dilakukan pada tahun 2014-2016, terdapat 17 jenis capung dan 25 jenis kupu-kupu yang dapat dijumpai di empat kawasan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Sebagian besar dari capung dan kupu-kupu tersebut telah didokumentasikan. Abay juga menyisipkan cara penggunaan buku panduan, diharapkan dapat memudahkan pembaca dalam pengenalan jenis serangga terbang khususnya capung dan kupu-kupu.

Diharapkan dengan hadirnya buku serangga terbang, khususnya capung dan kupu-kupu di kawasan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Palimanan, Cirebon, Jawa Barat ini, dapat membuka cakrawala masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan dengan alam, khususnya interaksi masyarakat dengan capung dan kupu-kupu, serta menjadi tanggung jawab bersama untuk selalu melestarikannya. Buku ini merupakan sebagian kecil dari bantuan Abay dan kawan-kawan untuk memperkenalkan dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia kepara masyarakat luas, baik pengamat serangga pemula maupun profesional.

Ahmad Baihaqi (kiri) dan buku-buku karya nya.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Ahmad Baihaqi, yang akrab disapa Abay, juga pernah berkecimpung sebagai Koordinator Cap(na)ture Jakarta bersama Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI. Kiprahnya dalam menulis buku sudah tidak diragukan lagi. Empat buah buku seputar keanekaragaman hayati yang telah diterbitkan yaitu Buku Burung-burung di Ancol Taman Impian (2015), Geledah Jakarta, Menguak Potensi Keanekaragaman Hayati Ibu Kota (2015). Herpetofauna Punggu Alas, Taman Nasional Sebangau (2016). Buku Serangga Terbang (Capung dan Kupu-Kupu) di Kawasan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Palimanan, Cirebon, Jawa Barat (2016) merupakan buku ke-empat yang dia tulis di sepanjang perjalanan karirnya sebagai seorang konservasionis muda. Abay juga aktif sebagai kontributor foto pada leaflet Burung-Burung di Kampus Universitas Nasional dan Sekitarnya (2015), sebagai fotografer Poster Burung-Burung di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (2015) dan Poster Burung-Burung di Desa Dayeuh Luhur, Sumedang, Jawa Barat (2014),  dan juga penyusun Peta Infografik dan Papan Informasi Keanekaragaman Hayati Hutan Kota Krida Loka, Senayan-Jakarta Pusat (2016). 

Selain menulis buku dan fotografi, Abay juga aktif menjadi kontributor tulisan dibeberapa media online dan cetak berbasis lingkungan hidup. Kontribusinya dalam ranah konservasi keanekaragaman hayati, menghantarkan Abay menjadi Juara 1 tingkat Provinsi DKI Jakarta kategori Kader Konservasi Alam pada Apresiasi Wana Lestari yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tahun 2016, juga sebagai nominator dan peraih penghargaan Kalpataru Tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2016. Saat ini, Abay juga aktif sebagai anggota Divisi Kampanye dan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Komunitas Indonesia Wildlife Photography dan Transformasi Hijau; Ketua Umum BScC Indonesia periode 2017-2020; dan anggota Divisi Humas Tambora. (NY/2017)


You Might Also Like

0 comments:

Post a Comment