Wednesday, April 20, 2016

10+1 Film yang Wajib Ditonton Konservasionis Muda

Ditulis oleh Puspita Insan Kamil

Film adalah media pendidikan yang baik. Berdasarkan taksonomi pendidikan dari Bloom, ada tiga domain yang mestinya dipenuhi dalam pengajaran: Kognitif, Afektif, dan Psikomotor. Artinya, pengajaran haruslah sesuatu yang bisa merangsang pikir seseorang (kognisi), perasaan (afeksi), dan dipraktekkan langsung (psikomotor). Saya ingat saat kuliah, perancangan pelatihan untuk pendidikan, mencapai domain afeksi seseorang adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Tapi film, adalah sesuatu yang bisa merangsang emosi penonton sehingga membuat pembelajaran lebih bertahan lama dalam kognisi, seringkali lebih efektif daripada metode pengajaran konvensional di kelas. Tidak sedikit mahasiswa Psikologi yang lebih ingat gangguan Psikologis dari film seperti A Beautiful Mind, Black Swan, Se7en (Seven), The Notebook, atau serial film seperti CSI, Law and Order, Perception, Lie to Me, atau Criminal Minds.

Berikut adalah list film yang rilis sebelum 2016 dan mendorong saya untuk terlibat di banyak kegiatan aktivisme, konservasi satwa liar, dan advokasi lingkungan. Semoga riviu ini tidak menjadi spoiler untuk teman-teman.

1. Erin Brockovich (2000)


Konservasi terkait kuat dengan kebijakan perusahaan dan advokasi. Perubahan tata ruang dan lingkungan adalah sesuatu yang harus diketahui dengan transparan oleh siapapun yang tinggal di lingkungan tersebut. Sayangnya seringkali penduduk (atau kasus lain, satwa liar) adalah pihak yang paling tidak diuntungkan dalam suatu proyek yang merubah tata lingkungan suatu daerah. Film ini mengisahkan sosok Erin yang menghadapi perusahaan besar bernama Pacific Gas and Electric Company atau PG&E, yang diangkat dari kisah nyata. Dimulai dari Erin kehilangan pekerjaannya dan harus menghidupi ketiga anaknya, ia mengambil pekerjaan untuk kasus mengenai rumah seorang wanita yang ingin dibeli oleh PG&E. Investigasi mendalam membuat Erin menemukan bahwa PG&E menyebabkan penduduk sekitar menderita penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kromium (hexavalent chromium) yang mencemari air tanah mereka.

Sosok Erin diangkat oleh Julia Roberts sebagai wanita yang cenderung urakan dan tidak peduli dengan kritik orang. Ia hanya melakukan apa yang ia rasa benar, termasuk memanfaatkan "atribut" kewanitaannya dalam mendapatkan data terkait PG&E. Film ini adalah film yang begitu jujur dan berani menurut saya pribadi.

Best Quote: "Hey Scott, Tell me something. Does PG&E pay you to cover their ass, or do you just do it out of the kindness of your heart?" - Erin Brockovich


2. The Cove (2009)


Konsumsi adalah salah satu ancaman besar terhadap konservasi, terutama konsumsi yang berlebihan, atau eksploitasi. The Cove adalah film aktivis favorit saya yang diangkat dari kisah nyata Ric O'Barry, yang sebelumnya merupakan pelatih lumba-lumba sampai ia menemukan salah satu lumba-lumbanya mati bunuh diri (setidaknya begitu anggapan Ric). Ia memperhatikan lagi betapa lumba-lumbanya terkurung dan tidak bahagia, dan sejak itu ia menjadi advokat kesejahteraan lumba-lumba di alam bebas. The Cove memperlihatkan perburuan lumba-lumba skala masif dengan jebakan di sebuah teluk di Taiji, Jepang, bukan hanya untuk dikirim sebagai lumba-lumba penghibur di akuarium-akuarium besar dunia seperti Seaworld, tapi juga dikonsumsi.

Film ini adalah film menarik mengingat Richard O'Barry sebelumnya terkenal dalam serial mengenai lumba-lumba yang dilatih. Satu momen saat kita kehilangan sesuatu yang amat berarti bisa mengubah jalan hidup seseorang, dan itu yang terjadi pada Ric. Saya merinding melihat Ric kemudian keluar masuk konferensi dan acara besar dengan layar yang digantung di dadanya menayangkan pembantaian lumba-lumba sebagai bentuk protes damainya.

Best Quote: "The thing that turned me around was the death of Flipper, of Cathy. She was really depressed. I could feel it. I could see it. And she committed suicide in my arms. That's a very strong word, suicide. But you have to understand dolphins and other whales are not automatic air breathers, like we are. Every breath they take is a conscious effort. And so they can end their life whenever life becomes too unbearable by not taking the next breath. And it's in that context I use the word suicide. She did that. She swam into my arms, looked me right in the eye, and took a breath... and didn't take another one." - Richard O'Barry


3. Home (2009)


Saya banyak menarik nafas saat menonton film dokumenter ini. Home adalah film dokumenter dengan foto aerial yang diambil oleh Yann-Arthus Bertrand dari atas helikopter di seluruh dunia. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai film ini, hanya saja film ini adalah sebuah momen untuk melihat dunia dari atas, migrasi hewan-hewan, lansekap bumi yang luar biasa, termasuk perubahan masif yang telah kita lakukan terhadap bumi ini - beserta solusinya. Sedikit spoiler: bagian credit menampilkan lansekap seluruh negara dari A-Z. Temukan Indonesia.

Best Quote: "It's too late to be a pessimist. I have seen agriculture on a human scale. It can feed the whole planet if meat production doesn't take the food out of people's mouths. I have seen fishermen who take care what they catch and care for the riches of the ocean. I have seen houses producing their own energy." - Narrator


4. Princess Mononoke (1997)

Source: Ghibli
Saya selalu suka film yang mengangkat tema zaman dahulu, kearifan lokal, dan isu sosial - film ini adalah satu karya jenius dari sekian karya Hayao Miyazaki, saya angkat topi untuk film ini. Mengangkat seputar pengalihfungsian hutan, Ghibli dan Miyazaki kembali berhasil mengangkat topik ke dalam epik yang menegangkan. Berawal dari perjalanan seorang pangeran untuk mencari obat, ia menemukan bahwa pertempuran sedang terjadi antara puteri yang hidup di hutan untuk mempertahankan hutan dari pengalihfungsian hutan untuk eksploitasi besi, dan menyebabkan perang berkepanjangan.

Kebutuhan manusia selalu kembali pada hutan. Kebutuhan kita akan tempat tinggal mengkonversi lahan hutan, kebutuhan kita akan makanan mengembalikan kita untuk berburu atau mengambil bahan dari hutan, kebutuhan kita akan furnitur membutuhkan kayu dari hutan, kebutuhan kita akan bahan bawah tanah menyebabkan kita mengeruk dalam lahan lapisan bawah hutan. Film ini masih relevan pada masa sekarang meski diproduksi tahun 1997, termasuk isu korupsi yang meliputi alihfungsi hutan.

Best Quote: "Even if all the trees grow back, it won't be his forest anymore. The Forest Spirit is dead." - San


5. We Bought A Zoo (2011)


Ada dua jenis konservasi: in situ, dan ex situ. Tapi seringkali orang melupakan usaha-usaha ex-situ dan bukan jarang pula saya dengar sesama teman peduli lingkungan mengatakan "I hate zoos." Faktanya, ada banyak kebun binatang yang berupaya secara benar melestarikan satwa liar, juga membantu membiayai upaya serupa di habitat aslinya (ada banyak program pembiayaan dari kebun binatang di luar negeri untuk upaya konservasi in-situ di Indonesia). Buku Jane Goodall berjudul "Hope for Animals and Their World; How endangered species are being rescued from the brink" juga menceritakan upaya banyak pihak dari kebun binatang untuk melestarikan satwa di ambang kepunahannya. Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang Benjamin Mee yang membeli sebuah rumah - ternyata adalah kebun binatang yang tidak terurus. Dalam kehidupan nyata, kebun binatang bernama Dartmoor Zoological Park (DZP) ini nyaris ditutup oleh pengadilan sebelum Mee membelinya seharga 1.1 juta poundsterling.

Mee kemudian berupaya keras mengembalikan kebun binatang ini agar bisa lolos inspeksi pengawas kebun binatang dari pemerintah, untuk dapat dibuka kembali. Ini adalah film keluarga dengan pemandangan yang tidak membosankan, termasuk konflik antara Mee dengan dirinya sendiri yang kehilangan istrinya, dan tidak mau kehilangan seekor harimau yang sudah hampir mati. Di antara semua film yang sudah dan selanjutnya saya riviu, rasanya ini adalah film paling ringan dan menyenangkan untuk ditonton - dan berharap kebun binatang Indonesia dapat memperlakukan binatang-binatangnya dengan layak.

Best Quote: "You know, sometimes all you need is twenty seconds of insane courage. Just literally twenty seconds of just embarrassing bravery. And I promise you, something great will come of it." - Benjamin Mee


6. Blackfish (2013)


Saat saya membaca pemberitaan akhir-akhir ini mengenai sekaratnya Tilikum, saya sangat sedih. Saya mengingat film Blackfish, yang dulu direkomendasikan seorang teman setelah ia tahu saya suka film The Cove. Film ini berkisah tentang Tilikum, seekor orca yang membunuh pelatihnya sendiri dan terlibat dalam kematian dua orang lainnya. Film ini merupakan semacam "sequel" kelanjutan The Cove mengenai satwa liar yang dilatih untuk industri hiburan.

Tilikum sendiri ditangkap dari alam liar pada saat usianya baru 2 tahun, sebelum akhirnya berakhir di Seaworld Orlando, Florida. Pembunuhan pertama yang ia lakukan bersama 2 orca lain adalah seorang pelatih paruh waktu ia masih berada di Sealand of The Pacific di Kanada - ia menyeret pelatih itu dan menenggelamkannya. Insiden ini membuat Sealand ditutup. Pembunuhan kedua adalah pengunjung yang menyelinap saat malam, juga ditenggelamkan oleh Tilikum. Pembunuhan ketiga adalah yang paling mengejutkan - Dawn Brancheau, seorang pelatih veteran, ditarik lengannya dan ditenggelamkan dalam sekejap oleh Tilikum. Film ini mengingatkan kita bahwa "lucu" hanyalah selamanya sebuah delusi jika kita menyematkannya pada satwa liar. Satwa liar adalah liar, dan sejatinya ia mampu bertahan karena kemampuannya itu. Kita harus menghormati satwa liar sebagaimana mestinya.

Best Quote: "Those are not your whales. Ya know, you love them, and you think, I'm the one that touches them, feeds them, keeps them alive, gives them the care that they need. They're NOT your whales. They own them!" - John Hargrove


7. Wall-e


Beberapa waktu lalu saya membaca bahwa statistik dunia saat ini menunjukkan orang dewasa yang menderita obesitas lebih banyak dibanding mereka yang kekurangan berat badan, reratanya meningkat dari 3.2% menjadi 10.8% pada pria dan 6.4% menjadi 14.9% pada wanita dari 1975 hingga 2014. Angka tersebut berbanding terbalik dengan angka mereka yang kekurangan berat badan, dari 14% menjadi 9% pada pria dan 15% menjadi 10% pada wanita. Saya langsung teringat film jenius dari Pixar, yakni Wall-E.

Wall-E secara tepat menggambarkan kemalasan manusia akibat kemudahan yang diberikan oleh teknologi, dan menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan. Kemalasan dan ketamakan itulah yang menyebabkan manusia juga menyerah pada Bumi dan meninggalkannya penuh sampah untuk dikelola oleh robot-robot hingga akhirnya tersisa satu robot pengelola sampah, Wall-E. Film ini menurut saya adalah sebuah peringatan, yang entah sadar atau tidak kita sudah mendekati kondisi yang digambarkan oleh film ini.

Best Quote: "I don't want to survive. I want to live." - The Captain


8. Sanctum (2011)


Caving dan diving adalah dua olahraga ekstrim yang paling saya takuti. Alasannya? Saya tidak bisa tahu apa yang ada jauh di dalam sana. Menonton film ini, dimana dua olahraga tersebut digabungkan menjadi hiburan tersendiri karena film ini bercerita mengenai ekspedisi sebuah tim di gua Esa'ala, Papua Nugini. Gua ini sebelumnya masih dipertanyakan keberadaannya oleh para diver, namun ternyata benar ada di Provinsi Milne Bay. Film ini terinspirasi dari terjebaknya tim ekspedisi gua di Australia Selatan, dan mereka sedang tidak menyelam.

Film ini mengingatkan saya bahwa ada harga yang dibayar untuk ilmu pengetahuan. Bumi ini terlalu luas, dan masih banyak tempat yang tak tejangkau bagi manusia untuk menelitinya. Untuk itulah seharusnya kita tetap memberikan penghargaan pada Mother Earth setiap harinya.

Best Quote: "I never knew my father, but I found him in that cave." - Joshua McGuire


9. Earthlings (2005)


Disclaimer: Ini adalah film yang sangat mengerikan. Kemungkinan Anda bisa menjadi vegetarian tepat setelah selesai menonton film ini.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan, tapi film ini memberikan banyak footage mengenai hewan-hewan yang dieksploitasi, kebanyakan untuk konsumsi manusia.

Best Quote: "It is the human earthling who tends to dominate the earth, oftentimes treating other fellow earthlings and living beings as mere objects." - Narrator


10. Avatar (2009)



Saya rasa ada hubungan khusus antara James Cameron dan lingkungan, termasuk yang terefleksikan melalui film ini. Film ini dengan cerdas menggambarkan (lewat manusia dan suku Na'vi) sesungguhnya adalah konflik industri dan suku adat. Industri bisa saja "menyusupkan" seseorang (kecewanya, seringkali mereka yang berlatar belakang pendidikan kebudayaan) untuk berbaur dengan masyarakat adat hingga dipercaya sehingga dapat mencari tahu rahasia, atau bahkan mengusir mereka dari tanah leluhurnya.

Kita orang kota seringkali sok tahu dengan berlembar-lembar paper mengenai bentang alam, yang sesungguhnya dikenali masyarakat adat berabad lamanya, dengan kearifan yang mereka pahami. Film ini memberikan gambaran jelas bahwa mereka yang mendiami tanah leluhur sudah sepatutnya dihargai karena pada dasarnya kita sama-sama bertahan hidup.

Best Quote: "She said all energy is only borrowed, and one day you have to give it back." - Jake Sully


+1. Filosofi Kopi (2015)


Saya penggemar berat karya-karya Dee Lestari, khususnya karya-karya pendeknya. Filosofi Kopi aslinya adalah sebuah cerita pendek dengan unsur kekejutan di sana-sini, tapi saya tidak berekspektasi sebelumnya bahwa ada isu lingkungan yang diangkat dalam film ini. Dalam film dikisahkan bagaimana Ben trauma untuk pergi ke kebun kopi, yang ternyata ibunya wafat karena ancaman industri yang ingin membeli lahan kebun kopi milik ayahnya, namun menggunakan ancaman-ancaman.

Isu ini relevan di negeri ini dimana-mana, industri mengecam lahan pertanian warga ataupun hutan untuk alihfungsi dengan cara yang bahkan tidak berperikemanusiaan - termasuk pengusiran, pengecaman dengan menggunakan preman, penutupan lahan warga, pembakaran hutan, atau dibunuhnya orangutan. Banyak film yang gagal mengangkat karya Dee (yang menurut saya layak untuk berakhir menjadi buku saja), namun film ini sukses menambahkan isu konflik lingkungan yang jarang diangkat ke layar lebar.

Best Quote: "Sendirian atau berdampingan hidup sepatutnya tetap penuh arti." - Filosofi Macchiato

--

Jika ada rekomendasi film lain, jangan lupa komen di kolom komentar ya!

You Might Also Like

7 comments:

  1. sebetulnya ada lagi tu film yang cukup bikin melek konservasi yang berjudul "green". tapi mungkin ga terlalu mainstream si :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mau dong linknya. Kayaknya banyak link2 film ada "green"nya nih.

      Delete
  2. Ada lagii.. Away and Back! Seru banget tentang ornitologis jatuh cinta haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya sweet sekali. Aku kan menontonnya, thanks!

      Delete
  3. Replies
    1. Cowspiracy ini mirip-mirip Earthlings gak ya? Thanks Rhema!

      Delete
  4. Before the flood. Kala Leonardo diCaprio jadi duta lingkungan, bukan duta shampo lain. hehehe... Ada kak Farwiza Farhan :)

    ReplyDelete