Sunday, March 6, 2016

Cerita yang Menghidupkan Kembali Eksistensi Bison Amerika

Ditulis oleh Puspita Insan Kamil
Editor: Peter McDonough (English version)


Manusia telah tinggal bersama satwa liar sejak dulu kala, dan sebagai makhluk yang selalu memberikan makna pada benda di sekitarnya, manusia menciptakan cerita tentang satwa liar. Saya teringat hal itu setiap kali saya pergi ke tempat asing di seluruh dunia. Kita menciptakan cerita dan membangun kepercayaan akan spesies lain. Maka saat saya berkesempatan menghandiri Roundtable on The Crown of The Continent pada 2015 lalu di Amerika Serikat, saya memilih sesi mengenai Iinnii Initiative tanpa pikir panjang. Sesi tersebut dibawakan oleh Paulette Fox, anggota dan perwakilan suku Blood Tribe (atau Suku Kainai dalam bahasa aslinnya), termasuk dalam jajaran First Nations (suku-suku asli yang sering disalahartikan sebagai Indians), yang terlibat dalam gerakan ini sejak 2010. Iinnii Initiative adalah gerakan yang menyatukan suku adat, pemerintah, dan kepala wilayah lokal untuk bersatu mengembalikan populasi bison. Iinnii sendiri adalah berarti "bison" dalam basaha Blackfoot, dan gerakan ini sudah melakukan beberapa hal seperti konservasi area, pembangunan taman bison, mengembangkan eco-tourism, dan juga mengajarkan anak muda mengenai bison melalui perayaan dan permainan.


Paulette memulai sesinya dengan sebuah video dari Wildlife Conservation Society (WCS) yang membantu masyarakat Blackfeet untuk membawa kembali populasi bison, dan ia menceritakan kembali cerita mengenai bison itu sendiri dan maknanya untuk sukuna. Seperti banyak situs yang menyebutkan bahwa kerbau khas ini sangat berarti untuk suku-suku Native Americans, ia mengatakan bahwa bison sangat dihormati karena ia memberikan banyak hal untuk anggota suku. Ia menyediakan rumah (tipi khas Amerika Utara terbuat dari kulit bison), peralatan, perhiasan, dan benda lain yang terbuat dari banyak bagian tubuh bison. Seekor bison dipandang sebagai jiwa suci yang memberikan pertolongan untuk orang dari suku Native Americans; mereka memiliki lagu-lagu dan doa untuk bison. Ada juga legenda di antara suku First Nations mengenai seorang gadis yang menikahi bison besar. Seekor bison dengan kulit putih juga dipandang memiliki nilai suci dan pernah ada yang dinamai Big Medicine karena dipercaya memiliki kekuatan khusus untuk menyebuhkan dibanding bison lain.

Perburuan masal pada Abad ke-19 membuat populasi bison menurun drastis; orang-orang pendatang dari Eropa memburu mereka demi keuntungan tanpa mempertimbangkan kelestarian populasi bison. Perubahan signifikan terjadi pada lansekap dan ekologi Amerika Utara khususnya British Colombia (Blackfeet tinggal di negara Kanada); terutama pada hilangnya kebudayaan suku-suku First Nations. The Blackfeet Tribe Confederacy memulai Iinnii Initiative, dengan bantuan WCS, dengan latar belakang untuk membawa kembali populasi bison untuk merumput di area lapang yang sangat luas. Gerakan ini disusul dengan ditandatanganinya the Buffalo Restoration Treaty (Perjanjian Restorasi Bison) yang membawa suku-suku di Kanada dan Amerika Serikat bersama melindungi bison.



Walaupun bison kini juga dibiakkan untuk keperluan komersil khususnya daging, bison liar kini memiliki tanahnya sendiri untuk hidup. Saya sempat berkunjung ke National Bison Range di Moiese, Montana, sebagai bagian dari kegiatan saya bersama Young Southeast Asian Leaders Initiative untuk melihat bagaimana suaka satwa liar dibagun sebagai bentuk kontribusi terhadap konservasi. Montana memiliki komitmen yang kuat untuk konservasi, dan saat saya berkunjung ke tempat ini, ternyata bukan hanya sebuah areal luas tempat bison tinggal tapi juga terdapat museum di pintu masuknya - juga toko suvenir untuk membeli stiker, buku atau donasi (saya juga membeli stiker satwa liar Montana yang lucu – menghabiskan beberapa dolar untuk berkontribusi dalam konservasi itu sederhana; saya harap Anda juga melakukannya). Tempat ini juga merupakan rumah untuk spesies lain, dengan sungai sebagai tempat satwa berkumpul dan minum. Pengunjung dapat berkeliling dengan mobil dan melihat satwa liar tanpa harus menempatkan mereka dalam kandang sempit.

Setelah mendengar cerita Paulette tentang perjuangan mereka tentang membawa kembali bison menggunakan cerita (juga melestarikan cerita mengenai bison itu sendiri), saya ingat negara asal saya. Saya kini terlibat dalam sebuah kelompok kecil untuk isu konflik Komodo. Teman baik saya yang merupakan pemimpin kelompok ini, pernah menulis tentang Legenda Ora dalam artikelnya yang bisa dibaca di sini. Legenda Ora itu menceritakan bagaimana Komodo sebenarnya adalah saudara kembar dari anak kepala suku di sana. Cerita ini bertahan sampai sekarang dan banyak masyarakat lokal yang percaya, dan mungkin dapat membantu usaha konservasi pelestarian Komodo - karena tidak ada manusia yang ingin membunuh saudara kembarnya.

Ada banyak cerita mengenai satwa liar di Indonesia yang masih eksis hingga saat ini di antara masyarakat lokal dan membantu kelangsungan hidup satwa liar. Bagaimanapun, orang non-lokal dan bukan anggota suku yang biasanya membunuh karena mereka tidak paham bagaimana orang lokal menghormati mereka - sama dengan yang terjadi di Amerika dan Kanada. Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan videografer satwa liar muda yang membuat video ekspedisi pencarian badak Jawa, yang dapat Anda tonton di sini. Salah satu masyarakat lokal di dalam video tersebut mengatakan bahwa untuk mereka, badak Jawa adalah penjaga, paku bumi, dan oleh sebab itu setiap orang harus menghormati mereka. Namun masih saja saya mendengar kabar perburuan badak atas nama culanya untuk obat-obatan.


Saya ingin menggarisbawahi bahwa cerita dapat memiliki manfaat yang besar jika kita mau mengetahui dan mendengar orang yang percaya padanya. Saya rasa bukan perkara penting apakah cerita itu saintifik atau tidak, makanya disebut sebagai legenda atau cerita rakyat. Kita mungkin sudah meraih gelar dan tetua yang menceritakan cerita itu tidak, namun faktanya cerita itu membantu perlindungan satwa liar dalam waktu yang cukup lama, sementara kita berusaha ke arah yang sama dengan banyak gangguan dan kegagalan. Cerita, yang mampu mengembalikan populasi bison ke tanah Amerika Utara, adalah strategi yang patut kita coba.

--
This article is available in English here

You Might Also Like

0 comments:

Post a Comment