Wednesday, December 16, 2015

Tentang Agen Tambora



Tambora dibentuk pada Desember 2015 oleh beberapa konservasionis muda Indonesia. Pendirian Tambora dilatarbelakangi oleh kekhawatiran kami terhadap kurangnya kesempatan dan informasi yang merata untuk mengembangkan diri. Wadah yang tepat untuk memperkaya pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperluas jaringan sangatlah penting untuk mendukung para konservasionis. Dengan berbekal ilmu dan keterampilan yang mumpuni, diharapkan konservasionis muda dapat baik melakukan penelitian yang baik dan benar maupun menjalankan karirnya di bidang konservasi alam. Kehadiran Tambora adalah untuk mencapai hal tersebut dan untuk memfasilitasi para konservasionis muda Indonesia agar dapat terus belajar bersama untuk meningkatkan kapasitas diri serta berinovasi untuk melaksanakan aksi konservasi yang terintegrasi.

VISI dan MISI





APA YANG KAMI LAKUKAN?

  1. Membagikan informasi lowongan pekerjaan, magang, konferensi, beasiswa, kesempatan sekolah, dan lainnya yang berkaitan dengan konservasi alam, melalui email, website, Facebook, dan Twitter.
  2. Mentoring dan peer review article. Kami bersedia membantu dalam penulisan abstrak untuk konferensi, penulisan aplikasi untuk berbagai kegiatan, penulisan proposal grant penelitian, dan review artikel ilmiah.
  3. Mengadakan atau memfasilitasi workshop dan seminar. Kami melakukan berbagai pelatihan dan seminar dan juga dapat membantu menghubungi ahli yang dibutuhkan untuk misalnya mengadakan penelitian atau seminar.
  4. Media ekspresi Tambora. Melalui berbagai media sosial dan newsletter ERUPSI, para anggota Tambora dapat mengirimkan tulisan mengenai konservasi, cerita pengalaman lapangan, ulasan buku dan film, serta informasi mengenai kegiatan yang ingin dibantu publikasinya.


BAGAIMANA TAMBORA BEKERJA?





Dalam komunitas Tambora, terdapat dua jenis keanggotaan, yaitu Agen Tambora dan Anggota Tambora. Apa bedanya?

  • Agen Tambora adalah orang-orang yang memiliki komitmen untuk konservasi biodiversitas dan bersedia menjadi perpanjangan tangan core team Tambora
  • Anggota Tambora adalah subscriber jaringan Tambora dan tidak memiliki kewajiban yang mengikat dengan Tambora. 

Kedua jenis keanggotaan tersebut akan mendapatkan ketiga manfaat Tambora. Beberapa Agen Tambora ada yang tergabung dalam Core Team Tambora, yaitu orang-orang yang berperan dalam kepengurusan Tambora sebagai sebuah organisasi (pengurus Tambora). Agen akan berkorespondensi dengan core team dalam pengelolaan arus informasi.



APA KEWAJIBAN AGEN TAMBORA?
Kewajiban sebagai Agen Tambora adalah sebagai berikut:
  1. Secara aktif mencari informasi mengenai konferensi, pelatihan, lokakarya, hibah penelitian, beasiswa, sekolah, kuliah umum, seminar, publikasi (buku atau artikel jurnal), lowongan pekerjaan, kesempatan relawan, dan lainnya terkait konservasi biodiversitas dan meneruskan informasi ke email Tambora (tambora.muda@gmail.com) atau grup Whatsapp Agen Tambora. Informasi tersebut akan diteruskan oleh core team melalui halaman Facebook, Twitter, blog, dan milis.
  2. Berpartisipasi dalam program rutin dan insidental Tambora yakni: a) Newsletter ERUPSI; b) Video Edukasi; c) Mentoring dan peer review; dan d) proker lain sesuai misi Tambora yang dirancang bersama oleh core team.
  3. Berpartisipasi dalam diskusi melalui mailing list Agen Tambora.
  4. Merepresentasikan Tambora di wilayah domisilinya

Syarat Agen Tambora:
  1. Memiliki pengalaman dalam bidang konservasi biodiversitas.
  2. Memiliki alamat email yang aktif.

BAGAIMANA CARA BERGABUNG SEBAGAI AGEN TAMBORA?
Dalam masa perintisan Tambora, core team akan melakukan close recruitment untuk Agen Tambora. Jika Agen Tambora sudah mulai terbentuk, Anggota Tambora yang tidak di-closrec dapat mendaftar dengan alur rekrutmen berikut:

  1. Mengirimkan CV dan foto diri ke alamat email Tambora (tambora.muda@gmail.com).
  2. Core team melakukan pertimbangan.
  3. Core team memberitahuan hasil pertimbangan (disetujui atau tidak disetujui) kepada pendaftar.

KENALAN YUK DENGAN CORE TEAM DAN MENTOR KAMI!

Saat ini kami memiliki tim inti yang terdiri dari konservasionis muda yang sedang atau berpengalaman dalam dunia konservasi Indonesia. Yuk kenali kami lebih lanjut!





Berikut detil masing-masing dari kami:
______________________________________________________________________

Sera, Sulawesi
Mahasiswa S2
Program Ekologi dan Konservasi Satwa Liar, University of Florida, USA

Anggota di Southeast Asian Bat Conservation Research Unit, dan peneliti di Center for Biodiversity Strategies UI. Berpengalaman studi ekologi mamalia dan aspek sosial. Sudah publikasi di Global Ecology and Conservation Journal, bat as bushmeat in North Sulawesi. Mengikuti konferensi (eg. ATBC, SCCS), pelatihan (eg. WCC by WILDCRU Oxford), dan magang (Cambridge-Bristol, UK) internasional. Sedang tertarik dengan dinamika hutan dan biologi kelautan.

sheherazade.jayadi@gmail.com
______________________________________________________________________

Marsya-Sumatera
Mahasiswa S2
Program Biologi Konservasi, University of Queensland, Australia

Mulai berkarir di WCS-IP sejak 2014 sebagai pengelola database biodiversitas. Sejak tahun 2013, bergabung sebagai relawan tim media sosial Selamatkan Yaki. Marsya telah mengikuti beberapa konferensi dan pelatihan tingkat nasional dan internasional, serta terpilih menjadi Indonesian Representative of the Association of Tropical Biology and Conservation. Minat penelitiannya adalah partisi relung ekologis, distribusi spasial mamalia, dan regenerasi hutan tropis. Menekuni juga bidang seni rupa yang berfokus pada ilustrasi satwa.

marsyachr@gmail.com
______________________________________________________________________

Nuy - Sumatera, Jawa
Junior Researcher - Wildlife Policy Program
Wildlife Conservation Society-Indonesia Program

Anggota di Jakarta Birdwatcher's Society dan fotografi satwa liar. Berpengalaman dalam riset mengenai seleksi jenis indikator di beberapa lokasi penelitian seperti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Bali Barat yang diprakarsai oleh Research Center for Climate Change, Universitas Indonesia, juga ekosistem urban di Jakarta. Tertarik untuk riset mengenai burung sebagai indikator gangguan, kuantifikasi jasa lingkungan di ekosistem, dan kajian regulasi terkait konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

nuyuyi@gmail.com
______________________________________________________________________

Ardian, Sumatera-NTT
Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP)
Komodo Survival Program (KSP)

Saat ini bekerja di WCS-IP sebagai koordinator data dan pengetahuan. Sebelumnya menjadi tim survey harimau sumatera dan dampak jalan terhadap satwa di TN Bukit Barisan Selatan, Lampung. Telah melakukan penelitian di Komodo yang meliputi dampak aktivitas wisata terhadap perilaku komodo (magang) dan konflik manusia-komodo di Desa Komodo (skripsi). Saat ini juga bekerja sebagai peneliti paruh waktu untuk survey konflik manusia-komodo di Flores bersama KSP. Tertarik dengan topik interaksi manusia-satwa liar, hingga saat ini telah terlibat dalam empat studi mengenai konflik manusia-satwa liar (orangutan, komodo, buaya muara, dan gajah) dan satu studi persepsi masyarakat terhadap satwa liar.

ardiantiono@sci.ui.ac.id
______________________________________________________________________


Ridha, Sumatera
Junior Biologist
Fauna & Flora International - Indonesia Programme

Mengenal dunia ornitologi sejak tahun 2012, dan mulai berkarir sebagai ornitolog di FFI-IP pada awal tahun 2015. Berpengalaman dalam riset diversitas burung berdasarkan gradien elevasi di Flores dan diversitas burung di Jawa dan Sumatera. Minat risetnya terkait ornitologi, ekologi, biogeografi, dan distribusi spasial. Sangat tertarik dengan fotografi, khususnya wildlife photography dan pernah menjadi pemenang salah satu nominasi EOS Young Photographer Award 2013 yang diselenggarakan oleh Cannon dan National Geographic, serta pemenang beberapa lomba fotografi satwa liar tingkat nasional.

achmad.ridha.junaid@gmail.com
______________________________________________________________________

Iga, Papua
Mahasiswi S2
Ludwig Maximilians University Munich, Jerman 

Fokus penelitian di bidang Evolusi, Ekologi, dan Sistematik. Pernah magang di FFI-IP dan ikut dalam pre-survei biodiversitas Pegunungan Cyclops, Papua dan bekerja di SCP sebagai research assistant untuk skripsinya tentang diversitas kelelawar di Siberut. Setelah lulus sempat jadi volunteer di ZSL Indonesia sebagai field assistant untuk survei awal penelitian tentang dampak perubahan budaya dan perburuan subsisten terhadap mamalia Papua. Berpengalaman dalam riset primata nokturnal, survei sosial untuk kegiatan konservasi, dan analisis di bidang Biosistematika. Sedang mendalami permodelan matematis untuk fenomena ekologis, genetika populasi, dan ekologi molekuler.

sagitaninta@gmail.com
______________________________________________________________________


Mita, Jawa
Pramita Indrarini
Ecotourism organizer
Ligula Ecotourism

Telah bekerja dengan Ligula Ecotourism sejak tahun 2011 saat masih menjadi mahasiswa. Klien Ligula antara lain adalah beberapa sekolah internasional di Jakarta dan sekitarnya, seperti British School Jakarta dan Sekolah Pelita Harapan Sentul. Selain ekoturisme, Mita juga berpengalaman melakukan penelitian perilaku primata seperti orangutan dan monyet ekor panjang. Poster penelitian terhadap perilaku monyet ekor panjang hasil sitaan pertunjukan topeng monyet di DKI Jakarta telah disajikan di International Seminar on Nonhuman Primates 2015. Memiliki ketertarikan di bidang komunikasi sains, ekologi, dan perilaku hewan.
______________________________________________________________________

Shafia Zahra
Project Coordinator "Where all the pigs gone?"
Chester Zoo

Pernah bekerja sebagai peneliti di BEKI (Bawean Endemik Konservasi Inisiatif) dengan target spesies babi kutil bawean dan sekarang melanjutkan proyek serupa dengan target babi kutil jawa. Berpengalaman melakukan penelitian di Jambi, Flores, Bawean, TN Baluran, juga berbagai daerah di pulau Jawa. Memiliki ketertarikan terhadap berbagai bidang seperti Alien Invasive Species, Human-Wildlife Conflict, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan camera trap.

shafia.zahra93@gmail.com
______________________________________________________________________
Mentor
Dr. Susan M. Tsang
Visiting Researcher
National Museum of Natural History
Smithsonian Institution, USA

Primary research program focuses on the biogeography and evolution of Pteropodidae (Old World fruit bats), particularly flying foxes (genus Pteropus), in Southeast Asia. My research has taken me to Indonesia, the Philippines, Thailand, Malaysia, and Myanmar. In working with endangered and rare Pteropus in rapidly developing landscapes, I became interested in applying my findings to addressing conservation issues and disease ecology questions. I am a steering committee member of the Taxonomy & Systematics working group of the Southeast Asian Bat Conservation Research Unit and a Research Associate at the National Museum of the Philippines. 

You Might Also Like

0 comments:

Post a Comment