Sunday, September 16, 2018

Memperingati Kemerdekaan Indonesia dengan Menyadari Pentingnya Berbagi Data Keanekaragaman Hayati


Bogor, 15 Agustus 2018, sebagai bagian dari implementasi Biodiverskripsi, Tambora Muda Indonesia mengadakan Bimbingan Teknis Transkripsi Data Biodiverskripsi. Bimbingan Teknis ini merupakan lokakarya kedua dari rangkaian lokakarya Biodiverskripsi. Lokakarya pertama, Lokakarya Teknis Implementasi Biodiverskripsi telah dilaksanakan 2 Juli 2018 lalu bersama perwakilan universitas calon mitra, tepatnya dilaksanakan di RCCC UI, Gedung Rektorat UI lantai 8,5, Depok. 

Diselenggarakan dari 15-18 Agustus 2018 di CICO Resort, Bogor, Bimbingan Teknis ini dihadiri oleh 13 Relawan Biodiverskripsi yang direkrut Tambora Muda Indonesia pada Juli 2018 lalu, seorang pustakawan universitas dari UNIPA, dan empat anggota Tambora selaku panitia. Afiliasi peserta pelatihan dikelompokkan berdasarkan lima universitas calon mitra yang menjawab undangan Tambora untuk bergabung dalam Biodiverskripsi awal Juli lalu yaitu UGM, UNIPA, UI, IPB, dan USU. Selama empat hari, peserta Bimbingan Teknis diajarkan untuk memahami tentang Darwin Core Archive, yang merupakan standar publikasi data keanekaragaman hayati secara internasional. Nantinya format ini akan digunakan dalam proses transkripsi data skripsi sehingga dapat diunggah dalam pangkalan data GBIF. Selain itu, peserta juga dilatih untuk melakukan transkripsi data dari skripsi yang telah berhasil dikumpulkan.


Selain diskusi protokol transkripsi yang dimoderasi oleh Tambora, beberapa narasumber diundang di hari yang berbeda untuk memberikan wawasan seputar hal-hal penting yang perlu diperhatikan ketika transkripsi data dari sebuah naskah laporan ke dalam pangkalan data, mulai dari akurasi data hingga penggunaan data dalam penelitian ilmiah. Melalui Bimbingan Teknis ini, Tambora menunjukkan betapa pentingnya bagi sebuah bangsa untuk mengelola data keanekaragaman hayatinya dan mempublikasikannya ke komunitas global. Pembicara yang hadir antara lain adalah Prof. Ibnu Maryanto dan Dr. Anang Setiawan Achmadi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Prof. Gadis Sri Haryani dari Pusat Penelitian Limnologi LIPI, dan Dr. Mirza Kusrini dari Fakultas Kehutanan IPB.

Prof. Ibnu hadir di Hari Kedua membagikan sebaran dan pola distribusi mammalia di indonesia. Dari materi yang beliau sampaikan, para transkriptor data akan bisa menilai mana skripsi yang valid alias (tidak ngawur) atas pendokumentasian mammal di suatu tempat. Prof Gadis Haryani, ahli limnologi LIPI juga datang memberikan wawasan mengenai data keanekaragaman hayati invertebrate air tawar untuk penelitian skala besar, sehingga diharapkanpeserta dapat membuat penelitian yang bisa dikerjakan ketika kita sudah memiliki data seperti biodiverskripsi.


Dalam hari ketiga Bimbingan Teknis ini yang bertepatan dengan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-73, peserta dibekali informasi tentang kondisi pangkalan data keanekaragaman hayati Indonesia. Meskipun Indonesia telah bergabung dengan GBIF semenjak 2004, hanya satu set data yang dikontribusikan Indonesia ke komunitas global selama ini. Dr. Anang Setiawan Achmadi, Manajer Nodus InaBIFpada kesempatan ini menyadarkan bahwa data keanekaragaman hayati Indonesia masih tersebar dan tidak jelas sampai mana data telah terhimpun. Ironis bahwa kita selalu mengklaim negara kita adalah kaya biodiversitas tetapi kita tidak mampu membuktikannya dengan akurat karena kita tidak memiliki data yang terintegrasi. Hal ini dikawatirkan akan membuat celah kerugian bagi Indonesia dan dunia internasional.

Pada hari terakhir Bimbingan Teknis, Dr. Mirza Kusrini berbagi tentang cara melaporkan hasil bedah skripsi. Dr. Mirza Kusrini yang akrab disapa Bu Miki menambahkan bahwa, melalui hasil transkripsi yang dilakukan, dapat diketahui tren penelitian yang dilakukan suatu universitas. Proyek biodiverskripsi ini mendapatkan respon positif dari para pembicara. Sementara itu, bagi para relawan transkripsi, kegiatan ini banyak memberikan manfaat dan meninggalkan kesan yang berarti.


”Awalnya sih aku iseng aja ikut Biodiverskripsi ini, ternyata banyak banget yang didapet nih dari acara ini. Yang pertama aku jadi tahu gimana sih standar skripsi yang bagus atau skripsi yang bisa digunakan untuk referensi atau yang bisa digunakan untuk penelitian lain tuh seperti apa. Kemudian aku jadi tahu nih ternyata data biodiversitas secara global itu sangat penting sekali, jadi sangat ngebantu buat peneliti lain, itu sih” tutur Amelia Nugrahaningrum, seorang relawan dari Universitas Gadjah Mada. Semoga setelah dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis ini, para relawan dapat dengan mudah mengerjakan proses transkripsi data dan menghasilkan data yang akurat, valid serta mudah diakses. 

Read More

Lokakarya Teknis Implementasi Biodiverskripsi Bersama Lima Universitas di Indonesia



Jakarta (02/07/2018) telah diadakan pertemuan inisiasi kerjasama antara Tambora Muda Indonesia dengan lima universitas di Indonesia berjudul “Lokakarya Teknis Implementasi Biodiverskripsi”. Pertemuan tersebut dilakukan guna mendiskusikan lebih detail teknis proyek Biodiverskripsi (The Biodiversity Thesis Database) yang digarap Tambora dengan dukungan penuh dari BIFA (Biodiversity Fund for Asia), serta menguraikan komitmen dan ekspektasi baik dari dan untuk universitas mitra dalam mempublikasikan data.

Berlangsung di RCCC UI, yang terletak di Gedung Rektorat UI Lantai 8,5, pertemuan ini dihadiri oleh lima universitas di Indonesia diantaranya Universitas Sumatra Utara, Universitas Gadjah Mada, Universitas Papua, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor. Universitas yang tergabung merupakan universitas-universitas yang menjawab undangan Tambora Muda Indonesia untuk bekerja sama dalam Biodiverskripsi. Sebelum kegiatan ini dilangsungkan, Tambora Muda Indonesia menghubungi setidaknya sepuluh universitas dengan presentase jumlah penelitian tugas akhir bertopik keanekaragaman hayati tertinggi berdasarkan hasil pencarian judul skripsi/tesis/disertasi melalui internet. Selain itu, Tambora mengupayakan universitas-universitas dari luar Pulau Jawa untuk bergabung dan lebih banyak bertukar pikiran tentang praktik penelitian keanekaragaman hayati dan sistem kepustakaan dari setiap universitas.

Pada pertemuan tersebut dibicarakan tentang kesediaan universitas untuk terlibat dalam membagikan data tugas akhir mahasiswanya, khususnya dalam proyek ini. Tidak hanya itu, diskusi juga dilakukan untuk pemeliharaan data secara berlanjut dalam repositori masing-masing universitas bersangkutan. Semoga inisiasi kerjasama ini diharapkan akan mensukseskan proyek ini dan menjadi penutup jurang pengetahuan atas penelitian keanekaragaman hayati Indonesia serta bibit bagi terintegrasinya data publikasi penelitian mahasiswa yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati. 


Read More

Saturday, August 11, 2018

Panen Pengetahuan Tentang Artificial Nesting Cavities yuk!


Read More

Tuesday, July 24, 2018

Bingung mau ngapain? Magang aja di sini!


Read More

Ayo Datang Ke Seminar Nasional Perikanan dan Penyuluhan!


Read More

Sunday, July 15, 2018

NL

ERUPSI Vol 18: Juli 2018


 Ada apa sih di ERUPSI bulan ini?  Let's dive into the deepest of the blue ocean! Check this out!

GORESAN 
  1. Penemuan Spesies Baru, Oleh-oleh Ekspedisi Laut Dalam Indonesia (Reza Septian Muslim ft. Lania Yuchanitz Fatma)
  2. Nasib Nautilus pompilius dan Perdagangannya Di Indonesia (Anargha Setiadi)
  3. Bijak Dalam Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sebagai Pelaku Wisata Bahari (Azhar Muttaqin)
  4. Refleksi Diri di Era Anthropocene (Lucia Kusolo Herwening)
  5. Yuk Kurangi Konsumsi Sampah Plastik Kita (Akbar Reza)
  6. Mengarungi Laut Melalui Layar Kaca (Pramita Indrarini)


PROGRAM TAMBORA
BiodiverSkripsi 

Mau tanya-tanya lebih lanjut sama sang penulis? Boleh banget! Kamu bisa kirim pertanyaan kamu ke tambora.muda@gmail.com. Selamat menikmati!

Read More

Wednesday, July 4, 2018

Relawan Biodiverskripsi: Jawaban Pertanyaan

Hai kawan Tambora sekalian!

Mengingat waktu rekrut relawan Biodiverskripsi yang pendek, kami mengapresiasi inisiatif dan motivasi teman-teman pendaftar. Mungkin ada yang berminat tapi ragu karena kurang informasi, Tambora ingin memastikan bahwa apa yang tidak diatur dalam pemberitahuan Tambora artinya bebas! Mahasiswa semester berapa boleh ikut? Jurusan apa? Bebas.

Masih ragu? Kami memberikan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul ke admin Tambora sebagai berikut.

Apakah jurusan X/Y/Z boleh ikut?
Boleh selama familiar dengan data keanekaragaman hayati, khususnya tentang kemunculan spesies, lokasi geografis, dan sebagainya. Semakin beragam jurusan malah justru makin bagus, siapa tahu ada pandangan yang lebih kaya untuk menunjang kesuksesan kegiatan ini ;)

Kapan kegiatannya? Apa akan ada lagi tahun depan?
Biodiverskripsi tahun ini akan berlangsung hingga Maret 2019. Relawan diharap sudah bisa bertugas dari Juli akhir hingga Desember 2018 paling lama. Juli akhir paling wajib karena pengarahan tentu diperlukan di awal masa tugas. Tahun depan ada lagi kah? Kami sih maunya ada lagi, tapi nggak janji. Doakan saja ya :D

Kerjanya bagaimana?
Kamu bisa berada di mana saja dalam Indonesia. Kami mengharapkan komitmen yang konsisten selama masa kerja dan kegiatan dan kesediaan untuk bepergian selama dibutuhkan.

Apa itu insentif berbasis luaran?
Seperti namanya, insentif berdasarkan hasil kerja. Kualitas transkripsi data, seberapa banyak data berhasil dikumpulkan dalam waktu tertentu, kualitas laporan dan komunikasi dengan tim, dan sebagainya.

Apakah akomodasi ditanggung?
Karena pekerjaan dilakukan dari mana saja, kami tidak menyediakan biaya akomodasi.

Karya ilmiahnya bisa apa saja?
Oiya, karena di tautan yang ada dalam artikel dalam web Tambora kelupaan menuliskan tentang karya ilmiah tersebut jadi kurang jelas juga ya. Karya ilmiah ini bisa apa pun mulai dari makalah tugas kuliah sampai skripsi, apa pun yang merupakan hasil karya tulis individu, jangan yang ditulis berkelompok. Sulit menilai gaya tulis kalian secara individu dalam karya tulis yang dikerjakan secara berkelompok. Jangan karya tulis yang hak peredarannya dibatasi (misal laporan kerja praktek, magang, atau kegiatan yang dilakukan di instansi non-kampus yang memang melarang distribusi tulisan kalian di luar kampus), namun jika sudah kadung atau adanya cuma ini, kami janji tidak akan menyebarluaskan naskah tulisan kalian tersebut.

Demikian dari Tambora, jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa disampaikan langsung ke diulas[at]tamboramuda.org dengan judul "Pertanyaan Relawan Biodiverskripsi" atau "Pertanyaan Biodiverskripsi"

Kami tunggu kontribusi dan partisipasi teman-teman!

Read More