Sunday, July 15, 2018

NL

ERUPSI Vol 18: Juli 2018


 Ada apa sih di ERUPSI bulan ini?  Let's dive into the deepest of the blue ocean! Check this out!

GORESAN 
  1. Penemuan Spesies Baru, Oleh-oleh Ekspedisi Laut Dalam Indonesia (Reza Septian Muslim ft. Lania Yuchanitz Fatma)
  2. Nasib Nautilus pompilius dan Perdagangannya Di Indonesia (Anargha Setiadi)
  3. Bijak Dalam Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sebagai Pelaku Wisata Bahari (Azhar Muttaqin)
  4. Refleksi Diri di Era Anthropocene (Lucia Kusolo Herwening)
  5. Yuk Kurangi Konsumsi Sampah Plastik Kita (Akbar Reza)
  6. Mengarungi Laut Melalui Layar Kaca (Pramita Indrarini)


PROGRAM TAMBORA
BiodiverSkripsi 

Mau tanya-tanya lebih lanjut sama sang penulis? Boleh banget! Kamu bisa kirim pertanyaan kamu ke tambora.muda@gmail.com. Selamat menikmati!

Read More

Wednesday, July 4, 2018

Relawan Biodiverskripsi: Jawaban Pertanyaan

Hai kawan Tambora sekalian!

Mengingat waktu rekrut relawan Biodiverskripsi yang pendek, kami mengapresiasi inisiatif dan motivasi teman-teman pendaftar. Mungkin ada yang berminat tapi ragu karena kurang informasi, Tambora ingin memastikan bahwa apa yang tidak diatur dalam pemberitahuan Tambora artinya bebas! Mahasiswa semester berapa boleh ikut? Jurusan apa? Bebas.

Masih ragu? Kami memberikan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul ke admin Tambora sebagai berikut.

Apakah jurusan X/Y/Z boleh ikut?
Boleh selama familiar dengan data keanekaragaman hayati, khususnya tentang kemunculan spesies, lokasi geografis, dan sebagainya. Semakin beragam jurusan malah justru makin bagus, siapa tahu ada pandangan yang lebih kaya untuk menunjang kesuksesan kegiatan ini ;)

Kapan kegiatannya? Apa akan ada lagi tahun depan?
Biodiverskripsi tahun ini akan berlangsung hingga Maret 2019. Relawan diharap sudah bisa bertugas dari Juli akhir hingga Desember 2018 paling lama. Juli akhir paling wajib karena pengarahan tentu diperlukan di awal masa tugas. Tahun depan ada lagi kah? Kami sih maunya ada lagi, tapi nggak janji. Doakan saja ya :D

Kerjanya bagaimana?
Kamu bisa berada di mana saja dalam Indonesia. Kami mengharapkan komitmen yang konsisten selama masa kerja dan kegiatan dan kesediaan untuk bepergian selama dibutuhkan.

Apa itu insentif berbasis luaran?
Seperti namanya, insentif berdasarkan hasil kerja. Kualitas transkripsi data, seberapa banyak data berhasil dikumpulkan dalam waktu tertentu, kualitas laporan dan komunikasi dengan tim, dan sebagainya.

Apakah akomodasi ditanggung?
Karena pekerjaan dilakukan dari mana saja, kami tidak menyediakan biaya akomodasi.

Karya ilmiahnya bisa apa saja?
Oiya, karena di tautan yang ada dalam artikel dalam web Tambora kelupaan menuliskan tentang karya ilmiah tersebut jadi kurang jelas juga ya. Karya ilmiah ini bisa apa pun mulai dari makalah tugas kuliah sampai skripsi, apa pun yang merupakan hasil karya tulis individu, jangan yang ditulis berkelompok. Sulit menilai gaya tulis kalian secara individu dalam karya tulis yang dikerjakan secara berkelompok. Jangan karya tulis yang hak peredarannya dibatasi (misal laporan kerja praktek, magang, atau kegiatan yang dilakukan di instansi non-kampus yang memang melarang distribusi tulisan kalian di luar kampus), namun jika sudah kadung atau adanya cuma ini, kami janji tidak akan menyebarluaskan naskah tulisan kalian tersebut.

Demikian dari Tambora, jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa disampaikan langsung ke diulas[at]tamboramuda.org dengan judul "Pertanyaan Relawan Biodiverskripsi" atau "Pertanyaan Biodiverskripsi"

Kami tunggu kontribusi dan partisipasi teman-teman!

Read More

Saturday, June 30, 2018

Biodiverskripsi: Satu Langkah untuk Harapan Konservasi Biodiversitas di Masa Depan


PedroTeixeira/Pinterest.com

Kita semua tahu bahwa sebuah data itu penting, apalagi sebuah data penelitian. Dalam data tersebut memuat banyak analisa substansi penting serta bukti dari fakta-fakta yang ada di lapangan. Apa jadinya bila data itu hanya sebuah kumpulan lembaran kertas berisi rangkaian kata dan angka yang tersimpan rapih dalam lemari? Apakah akan sama bergunanya seperti sebuah bukti dalam persidangan kasus kejahatan di pengadilan? Tentu tidak. Sebuah data penelitian akan sangat berguna jika khalayak umum tahu, atau dengan kata lain terpublikasi, sehingga data tersebut dapat berguna sebagai acuan penentu kebijakan atau mereferensinya untuk penelitian serupa.

Itulah yang terjadi pada data-data penelitian skripsi keanekaragaman hayati di Indonesia. Banyak dari skripsi-skripsi itu tidak terpublikasi dan hanya tertumpuk dalam lemari-lemari perpustakaan atau tersimpan aman dalam repositori universitas yang minim akses. Berdasarkan penelitian singkat Tambora terhadap repositori tugas akhir dari 36 universitas di Indonesia, sebagian besar skripsi ini sulit diakses umum. Setidaknya 18 repositori hanya dapat diakses dari bagian dalam perpustakaan atau bahkan hanya dapat diakses oleh civitas akademika universitas tersebut

Kategori akses 36 repositori universitas di Indonesia 
(dikumpulkan selama Januari 2018 oleh Tambora Muda Indonesia)

Minimnya publikasi dan terbatasnya akses repositori menyulitkan beberapa pihak. Katakanlah, seorang mahasiswi hendak melakukan penelitian keanekaragaman hayati, ia kebingungan mencari tahu metode yang sesuai untuk penelitiannya. Kemudian, ia pergi untuk sebuah penelusuran dalam internet dan menemukan publikasi serupa. Sayangnya, ia tidak dapat mengunduh benda itu dan harus mendatangi perpustakaan tersebut yang letaknya jauh berada di pulau seberang dari tempat tinggalnya.

Ketakutan akan plagiasi membuat sebagian besar universitas tak berani memberikan akses penuh terhadap karya-karya skripsi, tesis, atau disertasi mahasiswa. Padahal, masyarakat umum berhak mengetahui hasil-hasil penelitian putra-putri Indonesia dengan cara yang mudah dan sistematis. Karena itu, Tambora berupaya “mengiklankan” data-data hasil penelitian biodiversitas ini dalam sebuah portal web yang mudah diakses dan terintegrasi bernama “Biodiverskripsi”.

Dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas penelitian keanekaragaman hayati lokal di Indonesia, Biodiverskripsi mengumpulkan data pemantauan ekologis dari skripsi mahasiswa dalam platform berkelanjutan untuk membantu penelitan dan kebijakan nasional mengenai konservasi. Platform tersebut akan memuat data kemunculan spesies dari berbagai lokasi di Indonesia dari skripsi mahasiswa, tesis master, dan disertasi doktoral yang dipublikasikan dari tahun 2000-2017 oleh setidaknya lima universitas di Indonesia. Dengan begitu mahasiswi dari pulau seberang tersebut tidak perlu repot-repot mengunjungi perpustakaan universitas untuk mendapatkan data referensi skripsinya.

Data ini akan dipublikasikan dalam Bahasa Inggris dan disambungkan dengan repositori universitas yang bersangkutan agar mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut konteks data dapat menghubungi universitas terkait. Harapan kami, data yang terkumpul nantinya akan menunjukkan lokasi mana saja di Indonesia yang sudah banyak diteliti untuk taksa tertentu secara integratif beserta instansi peneliti yang melakukan sehingga memudahkan kolaborasi lebih lanjut dan penelitian yang lebih besar.

Nantinya, data ini akan kami bagi dengan pangkalan data keanekaragaman hayati nasional Indonesia, InaBIF, yang berpusat di Pusat Penelitian Biologi LIPI, agar dapat dikelola secara nasional. InaBIF merupakan salah satu nodus dari GBIF (GlobalBiodiversity Information and Facility), Lembaga yang mengelola seluruh data saintifik biodiversitas spesies di seluruh dunia untuk memungkinkan data tersebut dapat diakses secara mudah melalui internet, agar semakin bernilai bagi khasanah keilmuan dan keberlangsungan pelestarian hidup biodiversitas di dunia.

Untuk mewujudkan misi melengkapi data biodiversitas dunia, khususnya di Asia, GBIF mengadakan BIFA(Biodiversity Fund for Asia), yaitu dana hibah untuk beberapa lembaga yang berupaya melakukan publikasi data biodiversitas melalui portal GBIF. Proyek-proyek yang berhasil didanai umumnya bertujuan meningkatkan ketersediaan data terkait keberadaan spesies hewan dan tumbuhan lokal. Delapan proyek dari tujuh negara di Asia telah mendapatkan dana hibah tersebut, termasuk proyek Biodiverskripsi Tambora. Baca selengkapnya di The Biodiversity Theses Database.

Tambora mengajak konservasionis muda Indonesia sekalian untuk bergabung dalam proyek ini sebagai enumerator data, klik disini Lowongan Relawan. Ingin berkontribusi kepada konservasi Indonesia? Kami menyediakan inisiatif pertama πŸ˜‰ Bersama dengan GBIF Indonesia, InaBIF, inisiatif ini diharapkan akan dapat meningkatkan popularitas keanekaragaman hayati untuk digunakan dalam penelitian dan kebutuhan kebijakan konservasi di masa depan.

UPDATE: Jawaban pertanyaan seputar relawan Biodiverskripsi ada di sini.

Read More

Sunday, May 13, 2018

Workshop Edukasi

[INFO WORKSHOP]
Ingin menyebarluaskan mengenai konservasi ke teman, saudara, atau masyarakat sekitarmu?
Tapi bingung gimana caranya? πŸ˜’
Tenang, ada solusinyaπŸ˜ƒ
Ayo Hadiri Workshop "Edukasi Konservasi untuk Masyarakat" πŸ“šπŸŒ²πŸ‘¬πŸ‘­
Kita akan belajar membuat kurikulum edukasi konservasi untuk masyarakat dengan cara yang menarik πŸ˜ƒ
Dengan pembicara :
πŸ§‘πŸ» Nathan Rusli
(Founder Ciliwung Reptile Center, Author "Mengenal Ular Jabodetabek")
Dilaksanakan pada:
πŸ—“ Selasa, 22 Mei 2018
πŸ•” 16.00 - 18.00WIB
🏫 Gedung B Ruang 101, FMIPA Universitas Indonesia, Depok
πŸ’°FREE
Narahubung:
Ferdi 082297077472
Anggun 081212331682

Link pendaftaran πŸ‘‰ bit.ly/WorkshopKonservasi


Diadakan oleh:
TAMBORA MUDA X KSHL COMATA UI
Follow us on Instagram :
@tamboramuda
@kshlcomataui


Read More

Friday, March 23, 2018

Kompilasi Sumber Belajar terkait Komunikasi Sains

Sumber: freepik.com


Mengutarakan hasil penelitian ilmiah memang terkadang sulit. Padahal penting bagi kita untuk menyebarkan informasi, baik terkait penelitian kita atau penemuan ilmiah lainnya, agar dapat dimengerti oleh khalayak umum dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengomunikasikan berita dan info terkait sains ada beberapa tips yang dapat diaplikasikan. Walaupun konten-konten ini diberikan untuk mengutarakan tips mengomunikasikan sains secara umum, tapi bisa juga kok diaplikasikan untuk menginformasikan kabar seputar konservasi.

Teman-teman dapat belajar secara gratis (yes gratis!) melalui sumber-sumber yang tersedia online berikut ini:




CLIPS merupakan website gagasan University of Queensland yang menyediakan berbagai macam tips untuk mengomunikasikan sains melalui berbagai sumber (misalnya gimana cara membuat poster ilmiah yang efektif, membuat infografis, menulis essay, dan sebagainya). Enaknya CLIPS ini memberikan tips dengan singkat, padat, dan jelas, jadi teman-teman enak bacanya.






Panduan yang disediakan oleh Massachusetts Institute of Technology ini sebenarnya merupakan uraian singkat silabus kelas Science Communication yang diajarkan kepada mahasiswa sarjana di MIT tahun 2011 silam. Terdapat beberapa bacaan, video, dan presentasi yang tersedia pada website tersebut agar teman-teman bisa ikut belajar layaknya mahasiswa MIT (walaupun ada beberapa artikel online yang sudah tidak tersedia sih..).





Kelas online yang tersedia di website FutureLearn ini diberikan oleh University of Leeds. Kelas ini memberikan tips-tips dan juga latihan gimana cara menulis topik sains untuk kalangan umum. Durasi kelasnya cuma dua minggu. Kelas ini gratis kok selama kelas berlangsung, tapi kalo teman-teman mau mengakses konten pasca kelas berakhir maka harus lanjut berbayar. Tapi kelas ini dibuka beberapa kali dalam setahun dan juga teman-teman dapat download segala konten dalam kelas ini jadi gapapa juga kalau tidak bersedia lanjut berbayar.





Kelas online ini disediakan oleh University of Queensland di salah satu website belajar online paling hits, edX. Kelas ini spesifik gimana mengkomunikasikan isu seputar perubahan iklim (ada video dari dosen, tugas, dan sebagainya). Kelas berlangsung selama 6 minggu tapi bersifat self-paced alias teman-teman bebas mengatur waktu sendiri untuk menyelesaikan kelas ini.



Jika teman-teman punya sumber info lain silahkan tambahkan di kolom komentar atau hubungi kami di info@tamboramuda.org ya!
Semoga bermanfaat! :)
Read More

Sunday, February 11, 2018

Workshop Filogenetik - DNA Barcode & Meta-barcode


Read More

Thursday, February 8, 2018

Seminar Nasional Ikan ke-10 plus Kongres Masyarakat Iktiologi Indonesia. Ayo daftar!



Read More